Kelompok 3 

  1. Yohan S Jalu Prakasa 
  1. Devin Darmawan 
  1. Panji Fadilah 
  1. Ahmad Farel Pratama 
  1. Ridho Pasha Dwi Kurniawan 
  1. Misbahul Habibi 
  1. Pascal Eyota Lukman 
  1. Sazkia Herfi Sakinah 
  1. Hans Handri Tanujaya 

BAB I 

  1. Latar belakang 

Film merupakan salah satu media hiburan yang memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir, emosi, dan bahkan keyakinan seseorang. Salah satu genre film yang menarik untuk dikaji adalah film horor, karena tidak hanya menyajikan cerita yang menegangkan, tetapi juga sering menampilkan unsur supranatural dan religius. Film horor sering kali menggambarkan pertarungan antara kekuatan baik dan jahat, serta menggunakan simbol-simbol keagamaan sebagai elemen utama dalam cerita. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan apakah film horor hanya sekadar hiburan, atau justru dapat memengaruhi pandangan penonton terhadap keimanan dan nilai-nilai agama. Hal ini menjadi relevan terutama di Indonesia, di mana mayoritas masyarakat memiliki latar belakang religius dan masih memegang erat kepercayaan terhadap hal-hal gaib. 

Dua contoh film horor yang menarik untuk dijadikan studi kasus adalah The Nun 2 dan Makmum. Kedua film ini menampilkan elemen keagamaan secara eksplisit 

  1. Rumusan Masalah 
  • Apakah film-film horror ini bisa mempengaruhi keimanan seseorang 
  • Perbedaan eksorsisme dari sudut pandang Katolik dan Islam 
  1. Tujuan 

Mengedukasi masyarakat agar bisa membedakan fiksi dan realita 

1.4 Nilai Agama 

Film The Nun dan Makmum meskipun bergenre horor, mengandung nilai-nilai agama yang kuat. The Nun menampilkan kekuatan doa, iman, dan simbol keagamaan Katolik sebagai perlindungan dari iblis. Sementara itu, Makmum menekankan pentingnya khusyuk dalam salat, kekuatan iman saat diganggu makhluk gaib, serta ajakan untuk bertobat dan kembali kepada ajaran agama. Kedua film ini menunjukkan bahwa keimanan tetap menjadi pelindung utama dalam menghadapi ketakutan dan kejahatan. 

BAB II 

2.1 Metode Pelaksanaan 

Kegiatan ini akan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif yang dirancang untuk membekali masyarakat dan pemahaman mendalam tentang radikalisme agama. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan tujuan memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fenomena Radikalisme di Indonesia. Teknik yang digunakan meliputi wawancara, pendekatan naratif, dan juga menggunakan teknik studi kasus dengan masyara sekitar atau pemuka agama. Dengan teknik tersebut, penelitian ini, diharapkan dapat memperoleh pengalaman, pandangan responden secara langsung. Serta dapat  menyusun kisah atau alur pengalaman individu dengan maksud agar mendapatkan makna yang lebih kompeherensif. 

2.2 Rencana Kegiatan 

Mewawancarai masyarakat sekitar Pradita  

Membuat kuesioner yang akan dibagikan di sekitar lingkungan 

2.3 Sasaran 

Sasaran : 

  1. Generasi muda, karena kelompok ini paling mudah dipengaruhi oleh paham radikal 
  1. Generasi melenial, karena jumlah populasi yang besar 
  1. Generasi Alpha 

BAB III 

3.1 Kesimpulan 

Film horor tidak hanya sekadar tontonan yang menegangkan, tetapi juga dapat memengaruhi pandangan, emosi, dan bahkan keimanan seseorang. Dalam studi kasus The Nun 2 dan Makmum, terlihat bahwa film horor sering memasukkan unsur-unsur keagamaan yang kuat, baik dalam konteks Katolik maupun Islam. Film The Nun 2 menekankan pentingnya doa dan simbol religius sebagai bentuk perlindungan dari kekuatan jahat, sedangkan Makmum menunjukkan betapa pentingnya khusyuk dalam beribadah dan kekuatan iman dalam menghadapi gangguan gaib. Nilai-nilai agama ini dapat memberikan pelajaran moral bagi penonton, selama mereka mampu membedakan antara unsur fiksi dan kenyataan dalam kehidupan beragama. 

Selain itu, penelitian ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam menilai pesan yang disampaikan film horor dan tidak terpengaruh oleh ketakutan yang tidak berdasar. Metode kualitatif yang digunakan melalui wawancara dan kuesioner ditujukan untuk memahami sudut pandang masyarakat terhadap tema keagamaan dalam film horor, serta menilai sejauh mana pengaruh film dapat masuk ke dalam pemikiran mereka. Secara keseluruhan, kehadiran film horor dengan muatan religius bisa menjadi media refleksi spiritual apabila disikapi dengan kritis dan bijak. 

Daftar Pustaka 

  1. https://www.imdb.com/title/tt5814060/ 
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Makmum_(film) 
Posted in

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai